Manfaat Arka/Biduri (Calotropis gigantea) Untuk Kesehatan

Indonesia kaya dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan. Sudah sejak jaman dahulu dari nenek moyang kita memanfaatkan tanaman-tanaman yang ada disekitarnya untuk pengobatan. Nah pada tulisan kali ini Ayurveda Indonesia akan membahas salah satu tanaman yang memiliki manfaat untuk kesehatan atau penyembuhan penyakit, tanaman ini adalah Biduri atau Widuri. Nama latin dari Biduri adalah Calotropis gigantea. 

Sama halnya dengan sistem pengobatan tradisional di Indonesia yang menggunakan berbagai tanaman sebagai bahan obat, begitu juga dengan sistem pengobatan Ayurveda. 

Di dalam sistem pengobatan Ayurveda, Biduri/Widuri disebut dengan Arka. Arka memiliki beberapa sinonim dalam bahasa Sansekerta. 


Sinonim Arka:

  • Alarka
  • Mandara
  • Sapushpa
  • Talaphala
  • Krshaparna
  • Arkaparna
  • Vikirana
  • Asphota
  • Tulaphala
  • Ksheeraparna
Arka masuk ke dalam family Apocynaceae dengan nama latin Calotrpopis gigantea. Nama latin ini juga memiliki beberapa sinonim.

Sinonim Calotropis gigantea:

  • Calotropis procera
  • Apocynum syriacum
  • Asclepias gigantea
  • Asclepias patula
  • Asclepias procera
  • Calotropis busseana
  • Calotropis heterophylla
  • Calotropis inflexa
  • Calotropis persica
  • Calotropis syriaca
  • Calotropis wallichii
  • Madorius procerus


Bagian Tanaman yang Bermanfaat Untuk Pengobatan

Hampir seluruh bagian tanaman Biduri memiliki manfaat untuk kesehatan mulai dari akar, getah, kulit batang dan daun. Di dalam sistem pengobatan Ayurveda. Jadi semua bagian dari tanaman ini bisa digunakan sebagai ramuan obat.

Akar, kulit batang dan daun Biduri memiliki rasa pedas dan pahit sedangkan getahnya memiliki rasa pahit dan asin. Akarnya ini memiliki karakter ringan (laghu). Kulit batang memiliki karakter ringan (laghu), kering (ruksha), tajam (tikshna) dan menyebar (sara). Daunnya memiliki karakter ringan (laghu), berminyak (snigdha) dan menyebar (sara). Getahnya memiliki karakter ringan (laghu), berminyak (snigdha) dan tajam (tikshna).

Seluruh bagian dari tanaman ini memiliki potensi/kekuatan panas.


Manfaat Untuk Pengobatan

Manfaat-manfaat yang dimiliki oleh Calotropis gigantea ini beraneka ragam. Biduri digunakan dalam mengobati berbagai penyakit kulit (kushta), tumor perut/kembung (gulma) dan juga digunakan dalam mengobati asites (udara).

Di dalam terapi Ayurveda, getah dari Biduri digunakan terapi Vamana dan Virecana. Vamana dan Virecana adalah bagian dari 5 terapi penyucian tubuh di dalam Ayurveda yang disebut dengan Pancakarma (lima tindakan).  

Secara singkat manfaat yang terkandung di dalam tanaman Biduri adalah untuk menyeimbangkan vaata, meningkatkan pencernaan, melancarkan buang air besar, anti peradangan, mempercepat penyembuhan luka, mengobati gatal-gatal, mengatasi berbagai penyakit kulit, mengatasi penyakit pada limpa dan sangat bermanfaat dalam mengatasi cacingan. 


Bunga dari Biduri ini bermanfaat sebagai perangsang birahi, mudah dicerna, meningkatkan pencernaan, bermanfaat mengatasi hilang nafsu makan, mengatasi air liur yang berlebihan, untuk mengobati ambien dan berfungsi sebagai ekspektoran sehingga bermanfaat untuk mengobati berbagai gangguan pernafasan seperti batuk, asthma dan lainnya. 

Karena memiliki rasa pedas dan pahit, tanaman ini direkomendasikan sebagai salah satu tanaman yang digunakan untuk menggosok gigi, yang merupakan salah satu rutinitas wajib harian seperti yang disebutkan di dalam salah satu teks Ayurveda, yaitu Astanga Hridaya. 


Habitat dan Sebaran Tanaman Biduri

Biduri/Arka tersebar atau mudah sekali ditemui di Indonesia, India, China, Malaysia, Thailand dan Srilanka. Tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis. Tempat-tempat tumbuh dari tanaman ini seperti di semak-semak pinggir jalan, pinggir pantai maupun di area ladang dan persawahan.


Morfologi Calotropis gigantea

Bunga Biduri berwarna putih atau ungu, daunnya berwarna hijau pucat dan tebal berbentuk oval seperti bulat telur dan bergetah dengan warna putih susu pada tangkai daun dan batang. Biduri masuk ke dalam kategori tanaman perdu pesar dengan ketinggian bisa mencapai 4 meter.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Nature Bersama Ayurveda

Seperti kita ketahui bersama, saat dunia sedang berperang melawan pandemi COVID-19, khususnya negara kita tercinta-Indonesia. Oleh karena it...

Artikel Terpopuler