Sponsor

Mengenal Dhātu, 7 Jaringan pada Tubuh Manusia

Ilustrasi Dhatu

Dhātu adalah jaringan pada tubuh manusia. Ada 7 dhātu di dalam tubuh manusia yang disebut dengan sapta dhātu. Bagian-bagian sapta dhātu adalah Rasa (sari makanan), Rakta (darah), Mamsa (otot), Meda (lemak), Asthi (tulang), Majja (sumsum tulang) dan Sukra (semen). Ketujuh dhātu ini juga disebut dengan dushya ketika dipengaruhi oleh doṣa.

Sifat-sifat yang Dimiliki oleh Tri Doṣa

Panca Mahabhūta dan Tri Doṣa

Pada tulisan sebelumnya tentang tri doṣa disebutkan bahwa tri doṣa ada pada tubuh manusia, tri doṣa juga ada pada periode hari, periode malam, proses  usia manusia, dan pada proses pencernaan makanan. Dari definisi tersebut sudah bisa terlihat bahwa tri doṣa memiliki hubungan dengan Panca Mahabhūta.

Konsep Pencernaan Makanan dalam Tubuh Manusia dalam Perspektif Ayurveda (Agni)

Ilustrasi Agni

Pada postingan sebelumnya sudah saya sajikan tentang tri doṣa. Doṣa-doṣa ini mempengaruhi aktivitas agni pada tubuh manusia. Agni atau api merujuk pada aktifitas yang terjadi pada lambung dan usus yang bertanggungjawab untuk pencernaan makanan. Agni  bisa diklasifikasikan menjadi 3 yaitu Kāyāgni (Jaṭharāgni), Bhūtāgni, dan Dhātvāgni.

Memahami Konsep Tri Doṣa

Tri Doṣa pada tubuh Manusia
Doṣa adalah zat material yang selalu ada di dalam tubuh manusia, yang memiliki  pramāna  (kuantitas),  guna (kualitas) dan karma (fungsi) sendiri. Salah satu sloka/ayat yang memberikan deskripsi tentang Tridosa adalah sloka Astanga Hridaya Sutrasthana 1.6:

vāyu: pittam kaphaśceti trayo doṣā: samāsataha 1
vikṛtāvikṛtā dehaṅ ghnanti te vartayonti ca 2

Astangga Yoga: Yama dan Niyama

Gambar dari ideriumperpetuo.com


Saat ini setiap orang melakukan Yoga. Dengan mengatasnamakan Yoga, banyak orang hanya melakukan beberapa postur dan beberapa latihan pernafasan. Tidak diragukan lagi bahwa keduanya ini memberikan banyak sekali manfaat, tetapi itu bukan merupakan Yoga yang lengkap. Yoga terdiri dari delapan cabang yaitu: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana, dan Samadhi, yang disebut dengan Astangga Yoga.  Jadi ketika kita melakukan Asana dan Pranayama, kita hanya melakukan bagian ketiga dan keempat dari dari yoga yang sesungguhnya. 

Panca Mahabhūta, Manusia, dan Semesta

Panca Mahabhūta

Panca Mahabhūta adalah lima elemen dasar yang terdapat di alam semesta. Kelima elemen inilah yang menyusun alam semesta (makrokosmos)dan tubuh manusia (mikrokosmos). Kelima elemen ini adalah pṛtivi, apah, teja, vayu dan akasa. Kelima elemen-elemen Panca Mahabhūta ini bisa dipahami dari sifat-sifat yang dimilikinya.

Delapan Cabang Ilmu Āyurveda

Bagan Delapan Cabang Ilmu Āyurveda

Āyurveda memiliki delapan cabang bidang ilmu yang disebut dengan Asṭāṅga Āyurveda. Asta artinya delapan, Angga artinya bagian. Jadi Asṭāṅga Āyurveda delapan bagian atau cabang ajaran Āyurveda. Adapun kedelapan cabang ajaran Āyurveda tersebut adalah:

Tujuan Hidup Manusia dan Tujuan Ajaran Āyurveda


Setiap manusia hidup di dunia ini memiliki tujuan, baik itu tujuan secara individu maupun tujuan berkelompok. Di dalam risalah Āyurveda yang saya pelajari dijelaskan bahwa orang yang menginginkan umur yang panjang agar bisa mencapai kebenaran (dharma), memperoleh harta (artha), dan kebahagiaan (sukha) harus berusaha keras dengan tenang memahami dan menjalankan ajaran Āyurveda.

Sumber Ajaran Āyurveda dan Sejarahnya berdasarkan Mitologi

Ilustrasi Pemutaran Gunung Mandara di Bandara Svarnabhumi, Thailand. Asura di bagian leher naga Basuki

Di dalam salah satu Purana  diceritakan bagaimana Dewa Dhanvantari muncul dari lautan susu membawa Amṛta Kalaṣa.

Diceritakan bahwa para dewa dan asura sedang mencari-cari Amṛta yang konon akan memberikan hidup abadi bagi yang meminumnya. Amṛta ini berada di lautan susu yang maha luas dan maha dalam.
Untuk mendapatkan Amṛta tersebut maka para dewa dan asura bekerja sama untuk mencarinya.

Sumber Ajaran Āyurveda dan Sejarahnya berdasarkan Kitab Klasik

Ilustrasi sumber Ayurveda

Pada postingan kedua ini, saya akan mencoba menyajikan tentang sumber ajaran Āyurveda dan sejarahnya. Tulisan ini sudah pernah saya tuliskan sebelumnya di Jogjaspirit.blogspot.com. Namun sekarang saya pindahkan ke blog ini, dengan tujuan agar isi blog lebih rapi. Pada tulisan ini yang saya ulas adalah sejarah sumber ajaran Āyurveda berdasarkan kitab klasik.

Ayurveda, Pengetahuan Kehidupan

Dhanvantari, Dewa Penguasa Ajaran Ayurveda

Ayurveda berasal dari dua suku kata yaitu "Ayuh" dan "veda". Ayuh berarti hidup, kehidupan. Veda berati pengetahuan. Jadi Ayurveda bisa diartikan sebagai pengetahuan tentang hidup, pengetahuan tentang kehidupan. 

Ayurveda berisi pengetahuan-pengetahuan tentang unsur-unsur dasar kehidupan (panca mahabhuta), alam semesta, pengetahuan cara memahami alam, pengetahuan cara memanfaatkan isi alam semestar untuk kesehatan,

Mengenal Konsep Mala dalam Ayurveda

Pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang Definisi Sehat dalam Perspektif Ayurveda saya paragraf yang menjelaskan ' Mala ' saya...

Ad

Artikel Terpopuler