Tampilkan postingan dengan label Moola Sidhanta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moola Sidhanta. Tampilkan semua postingan

Ayurveda dan Catur Puruṣa Artha


Setiap manusia tentu ingin memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit karena sehat adalah kebahagiaan yang utama. Di dalam ilmu pengetahuan Ayurveda dijelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah Dharma, Artha, Kāma, dan Moka. Empat poin ini disebut dengan Catur Purua Artha.

Jadi apa sebenarnya hubungan antara Ayurveda dan Catur Purua Artha ini?

Hubungan Alam Semesta dengan Tubuh Manusia

hubungan alam semesta dengan tubuh manusia

Saat masih duduk di bangku sekolah kita mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam. Di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan alam ini kita tentang semua elemen yang ada di alam seperti tanah, air, api, udara, dan ruang. Tahukah anda bahwa semua elemen-elemen yang ada di alam tersebut juga ada di dalam tubuh manusia?

Charvaka Darshana

Charvaka Darshana
Charvaka Darshana adalah Nastika Darshana yang pertama dan paling tua. Referensi mengenai darshana ini terdapat juga di Mahabharata, Bhagavadgita. Krishna mengutuknya karena tidak memiliki nilai-nilai moral dan etika.

Vedanta Darshana

vedanta darshana

Vedanta Darshana adalah salah satu dari Astika Darshana. Darshana ini juga disebut dengan Utthara Meemamsa, Brahma Sutra, Sharira Sutra, Bhiksu Sutra, Gyana Meemamsa, dan Gyana Khanda. Vedanta Darshana ditulis oleh Veda Vyasa atau Badarayana Vyasa atau Krishna Dvipayana.

Poorva Meemamsa Darshana

Poorva Meemamsa Darshana dijelaskan oleh Maharshi Jaimini. Buku ini menjelaskan tentang Karma Khanda dari Veda, oleh karena itu diberi nama Poorva Meemamsa Darshana. Darshana ini juga disebut dengan Dharma Meemamsa. Darshana ini dikomentari oleh Shabara Svami, kemudian Kumarila Bhat dan Prabhakara memberi komentar pada komentarnya Shabara Svami.

Nyaya Darshana

Nyaya Darshana ditulis oleh Akshapada Gautama kemudian dikomentari oleh Vastyayana. Buku ini memiliki lima bab yaitu:
Bab 1 menjelaskan tentang 16 jenis Padaartha.
Bab 2 menjelaskan tentang 4 jenis Pramana.
Bab 3 menjelaskan tentang Atma, Sharira, Indria, Buddhi, Shabda, Manas, dan lainnya.
Bab 4 menjelaskan tentang Pravrutti.
Bab 5 menjelaskan tentang Jati Bheda sampai dengan Nigrahasthana.

Vaiseshika Dharshana

Vaiseshika Darshana adalah salah satu dari Astika Darshana. Buku ini ditulis oleh Maharshi Kanada. Buku ini juga disebut dengan Auluka Darshana, Samana Tantra, Samana Nyaya, Kalpa Nyaya. Maharshi Kanada dalam buku ini lebih menekankan pada definisi dari Visesha dari Shat Padaartha. Oleh karena itulah buku ini disebut dengan Vaiseshika Darshana.

Mengenal Konsep Rasa dalam Ayurveda


Pernah tidak anda membayangkan jika makanan yang anda makan sehari-hari tidak memiliki rasa? Tentu akan membuat anda tidak bisa membedakan mana makanan yang enak dan mana makanan yang tidak enak.
Beruntung kita dikaruniai lidah yang mampu mengecap berbagai rasa dan dikaruniai berbagai makanan yang memilki rasa yang berbeda-beda, sehingga hidup menjadi lebih indah.

Sankhya Darśana

Sankhya Darśana ditulis oleh Mahaṛṣi Kapila. Mahaṛṣi Kapila dikatakan sebagai inkarnasi dari Deva Vishnu, karena beliau merupakan ṛṣi yang paling agung diantara ṛṣi- ṛṣi yang lainnya. Kata sankhya berarti pengetahuan atau nomor.

Inti dari ajaran Sankhya Darsana adalah Dukhya Nivṛti atau terbebas dari kesedihan. Oleh karena itu Sankya Darśana pengetahuan yang cukup tentang Prakṛti dan Puruṣa, yaitu 25 prinsip tentang penciptaan yang disebut dengan Pancavimśati Tatva, sehingga darśana ini disebut dengan Sankya Darśana.  

Darśana Sankhya

Darśana Sankhya adalah penggolongan Darśana menjadi beberapa golongan. Ada beberapa penggolongan berdasarkan beberapa sumber. Berikut ini adallah pengolongan tersebut:

Berdasarkan Tarka, ada 363 darśana, yaitu Kriyavadi sebanyak 180, Akriyavadi sebanyak 84, Āgyavadi sebanyak 67 dan Vīnayika darśana sebanyak 32. Namun para sarjana tidak menerima penggolongan ini.

Pengaruh Darśana pada Āyurveda


Darśana
memberikan pengaruh yang cukup besar kepada Āyurveda, khususnya dalama prinsip-prinsip dasar Āyurveda. Oleh karena itu Darśana dan Āyurveda memiliki keterikatan yang sangat kuat. Berikut ini adalah beberapa poin yang menjelaskan mengenai pengaruh dan hubungan Darśana dan Āyurveda:

Dukha Nivṛtti

Berbicara tentang kehidupan manusia, maka tidak lepas dari yang namanya suka dan duka. Seperti sebuah roda yang berputar dan kita ada di salah satu sisinya. Karena berputarnya roda tersebut maka mau tidak mau posisi kita terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah. Saat berada di atas bisa dikatakan bahwa kita sedang menikmati suka dan saat berada di bawah bisa dikatakan bahwa kita sedang mengalami duka. Setiap orang pasti mengalami hal ini. 

Pada masa tertentu ada orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebahagiaan. Ia memiliki keluarga yang bahagia, berkecukupan, selalu sehat dan semangat. Di sisi lain ada orang-orang yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Ia terlahir di keluarga miskin, berkekurangan, menderita penyakit tertentu, kehilangan sanak keluarga dan lain sebagainya. Bahkan tidak jarang juga ada orang yang kaya dan hidup makmur namun ia menderita.

DARŚANA


Padārtha Vijnana sangat diperlukan untuk mengetahui fundamental dari Ayurveda, yang sangat dekat dengan pengetahuan dasar Filosofi India, yang sudah sangat berpengalaman dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Darśana adalah salah satu filosofi yang harus dipelajari untuk bisa memahami fundamental dari Ayurveda.

Kata Darśana berasal dari dhatu (akar kata) Dṛś  + pratyaya “Lṛt”. Jadi Dṛś Lṛt = Darś + An = Darśan. Darśana bisa didefinisikan sebagai sebuah media atau instrumen, yang artinya dengan instrumen ini (Darśana) semua kenyataan tentang dunia bisa dilihat.

Mengenal Dhātu, 7 Jaringan pada Tubuh Manusia

Ilustrasi Dhatu

Dhātu adalah jaringan pada tubuh manusia. Ada 7 dhātu di dalam tubuh manusia yang disebut dengan sapta dhātu. Bagian-bagian sapta dhātu adalah Rasa (sari makanan), Rakta (darah), Mamsa (otot), Meda (lemak), Asthi (tulang), Majja (sumsum tulang) dan Sukra (semen). Ketujuh dhātu ini juga disebut dengan dushya ketika dipengaruhi oleh doṣa.

Sifat-sifat yang Dimiliki oleh Tri Doṣa

Panca Mahabhūta dan Tri Doṣa

Pada tulisan sebelumnya tentang tri doṣa disebutkan bahwa tri doṣa ada pada tubuh manusia, tri doṣa juga ada pada periode hari, periode malam, proses  usia manusia, dan pada proses pencernaan makanan. Dari definisi tersebut sudah bisa terlihat bahwa tri doṣa memiliki hubungan dengan Panca Mahabhūta.

Konsep Pencernaan Makanan dalam Tubuh Manusia dalam Perspektif Ayurveda (Agni)

Ilustrasi Agni

Pada postingan sebelumnya sudah saya sajikan tentang tri doṣa. Doṣa-doṣa ini mempengaruhi aktivitas agni pada tubuh manusia. Agni atau api merujuk pada aktifitas yang terjadi pada lambung dan usus yang bertanggungjawab untuk pencernaan makanan. Agni  bisa diklasifikasikan menjadi 3 yaitu Kāyāgni (Jaṭharāgni), Bhūtāgni, dan Dhātvāgni.

Memahami Konsep Tri Doṣa

Tri Doṣa pada tubuh Manusia
Doṣa adalah zat material yang selalu ada di dalam tubuh manusia, yang memiliki  pramāna  (kuantitas),  guna (kualitas) dan karma (fungsi) sendiri. Salah satu sloka/ayat yang memberikan deskripsi tentang Tridosa adalah sloka Astanga Hridaya Sutrasthana 1.6:

vāyu: pittam kaphaśceti trayo doṣā: samāsataha 1
vikṛtāvikṛtā dehaṅ ghnanti te vartayonti ca 2

Panca Mahabhūta, Manusia, dan Semesta

Panca Mahabhūta

Panca Mahabhūta adalah lima elemen dasar yang terdapat di alam semesta. Kelima elemen inilah yang menyusun alam semesta (makrokosmos)dan tubuh manusia (mikrokosmos). Kelima elemen ini adalah pṛtivi, apah, teja, vayu dan akasa. Kelima elemen-elemen Panca Mahabhūta ini bisa dipahami dari sifat-sifat yang dimilikinya.

Delapan Cabang Ilmu Āyurveda

Bagan Delapan Cabang Ilmu Āyurveda

Āyurveda memiliki delapan cabang bidang ilmu yang disebut dengan Asṭāṅga Āyurveda. Asta artinya delapan, Angga artinya bagian. Jadi Asṭāṅga Āyurveda delapan bagian atau cabang ajaran Āyurveda. Adapun kedelapan cabang ajaran Āyurveda tersebut adalah:

Tujuan Hidup Manusia dan Tujuan Ajaran Āyurveda


Setiap manusia hidup di dunia ini memiliki tujuan, baik itu tujuan secara individu maupun tujuan berkelompok. Di dalam risalah Āyurveda yang saya pelajari dijelaskan bahwa orang yang menginginkan umur yang panjang agar bisa mencapai kebenaran (dharma), memperoleh harta (artha), dan kebahagiaan (sukha) harus berusaha keras dengan tenang memahami dan menjalankan ajaran Āyurveda.

Diabetes dalam Perspektif Ayurveda: Memahami Akar Masalah dari Dalam Tubuh

Apa Itu Diabetes? Diabetes adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak mampu mengatur gula dengan baik. ...

Artikel Terpopuler