Sponsor

Konsep Pencernaan Makanan dalam Tubuh Manusia dalam Perspektif Ayurveda (Agni)

Ilustrasi Agni

Pada postingan sebelumnya sudah saya sajikan tentang tri doṣa. Doṣa-doṣa ini mempengaruhi aktivitas agni pada tubuh manusia. Agni atau api merujuk pada aktifitas yang terjadi pada lambung dan usus yang bertanggungjawab untuk pencernaan makanan. Agni  bisa diklasifikasikan menjadi 3 yaitu Kāyāgni (Jaṭharāgni), Bhūtāgni, dan Dhātvāgni.

Jatharagni

Kāyāgni (Jaṭharāgni) merujuk kepada berbagai proses phisio-kimia yang terlibat dalam penghancuran makanan di dalam saluran pencernaan. Atau dengan kata lain bahwa Kāyāgni bertanggungjawab pada pencernaan makanan pada āmāśaya (lambung) dan pacyamānāśaya (usus kecil), penyerapan sari-sari makanan dan akhirnya mengeluarkan sampah proses pencernaan melalui pakvāśaya (usus besar).

Saat agni dipengaruhi oleh tri doṣa, maka agni akan menghasikan fungsi-fungsi pencernaan yang diluar kebiasaannya yaitu VisamāgniTīkṣnāgni, dan Mandāgni. Ketika semua doṣa kondisinya dalam keadaan seimbang, pencernaan makanan akan sempurna dan ini disebut dengan Samāgni atau proses pencernaan yang normal. Tetapi jika doṣa-doṣa ini meningkat, mereka membawa juga perubahan karakter mereka ke dalam proses pencernaan.

Saat vāta meningkat, proses pencernaan makanan menjadi tidak beraturan, tidak menentu dan selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu dan disertai dengan flatulance dan lainnya. Aktivitas pencernaan seperti ini disebut dengan Viṣamāgni.

Saat pitta meningkat, proses pencernaan makanan menjadi sangat kuat dan hebat, bahkan  jumlah makanan yang di konsumsi sangat banyak bisa dicerna dengan cepat dan akan muncul pula seperti rasa terbakar, haus saat dalam proses pencernaan makanan. Aktivitas pencernaan seperti ini disebut dengan Tīkṣnāgni.

Saat kapha meningkat, proses pencernaan makanan menjadi sangat lambat, lemah, tidak cukup mencerna, bahkan makanan dalam jumlah sedikit hanya bisa dicerna dalam waktu yang lama, dan perut akan terasa berat, lesu, dan lemah. Aktivitas perncernaan seperti ini disebut dengan Mandāgni.

Ketiga kondisi ini, yaitu ViṣamāgniTīkṣnāgni, dan Mandāgni adalah kondisi pencernaan yang tidak normal. Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan berkembangnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh doṣa-doṣa tersebut.    

Bhuta Agni

Bhūtāgni merujuk kepada kemampuan agni untuk memecahkan produk pencernaan menjadi bentuk komponen bhautik (elemen-elemen panca mahabhuta) paling kecil agar mudah diterima oleh dhātu-dhātu dengan bantuan dari Dhātvāgni. Ada 5 jenis bhuta agni yaitu: Parthiva, Apya, Taijasa, Vayaviya dan Nabhasa agni. 

Setelah makanan dicerna oleh jatharagni, selanjutnya pencernaan dilanjutkan oleh bhuta agni. Partikel-partikel makakan akan diproses sesuai dengan elemen panca mahabhuta yang menyusun partikel makanan tersebut. Jadi bisa dikatakan bhuta agni bekerja sesuai dengan elemen panca mahabhuta pada partikel makanan. 

Penjelasannya begini; elemen prthivi (tanah) pada makanan akan dicerna oleh parthiva agni, elemen jala/apah (air) pada makanan akan diproses oleh apya agni, elemen teja (api) pada makanan akan diproses oleh taijasa agni, elemen vayu (angin) pada makanan akan diproses oleh vayaviya agni dan elemen akasha (ruang) pada makanan akan diproses oleh nabhasa agni.

Jadi masing-masing bhuta agni memiliki objek tersendiri sesuai dengan elemen panca mahabhuta yang ada pada partikel makanan yang di proses oleh jatharagni.

Dhatu Agni

Dhātvāgni adalah komponen dari Kāyāgni yang tempatnya di dalam dhātu-dhātu untuk membawa dhātupāka (pencernaan pada level jaringan tubuh). Ayurveda mengajarkan bahwa ada 7 jaringan utama yang membangun tubuh manusia yang disebut dengan Sapta Dhatu. Lebih detail tentang sapta dhatu bisa dibaca pada tulisan lainnya di website ini yang berjudul Mengenal Dhatu, 7 Jaringan Pada Tubuh Manusia 

Dhātvāgni menyiapkan masing-masing dhātu (jaringan) untuk menerima nutrisi yang tepat dari sirkulasi nutrisi. Jika dilihat dari phisiologi kontemporer, dhātvāgni merujuk kepada metabolism menengah. 

Merujuk pada 7 dhatu yang ada pada tubuh manusia, ada 7 dhatu agni yaitu:
  • Rasa agni
  • Rakta agni
  • Mamsa agni
  • Meda agni
  • Asthi agni
  • Majja agni
  • Shukra agni
Sari-sari makanan akan terdistribusi keseluruh bagian tubuh untuk memberi nutrisi pada sel-sel, sehingga tubuh tetap sehat dan tumbuh. 

Pada level Rasa dhatu, sari-sari makanan akan dicerna oleh rasa agni. Kemudian dilanjutkan di level Rakta dhatu, dimana sari-sari makanan akan dicerna oleh rakta dhatu. Proses ini terus berlanjut, pada level Mamsa dhatu, sari-sari makanan dicerna oleh mamsa agni. Pada level Meda dhatu, sari-sari makanan dicerna oleh meda agni. Pada level Asthi dhatu, sari-sari makanan dicerna oleh asthi agni. Pada level Majja dhatu, sari-sari makanan diproses majja agni. Pada level Shukra, sari-sari makanan dicerna oleh Shukra agni.    


Mengenal Konsep Mala dalam Ayurveda

Pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang Definisi Sehat dalam Perspektif Ayurveda saya paragraf yang menjelaskan ' Mala ' saya...

Ad

Artikel Terpopuler