Ayurveda, Pengetahuan Kehidupan

Dhanvantari, Dewa Penguasa Ajaran Ayurveda

Ayurveda berasal dari dua suku kata yaitu "Ayuh" dan "veda". Ayuh berarti hidup, kehidupan. Veda berati pengetahuan. Jadi Ayurveda bisa diartikan sebagai pengetahuan tentang hidup, pengetahuan tentang kehidupan. 

Ayurveda berisi pengetahuan-pengetahuan tentang unsur-unsur dasar kehidupan (panca mahabhuta), alam semesta, pengetahuan cara memahami alam, pengetahuan cara memanfaatkan isi alam semestar untuk kesehatan,
memanfaatkan tanaman-tanaman untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Juga pengetahuan tentang tindakan-tindakan atau disiplin yang harus dilakukan dalam merawat kesehatan dan dalam menyembuhkan penyakit dan pengetahuan-pengetahuan lainnya.

Ayurveda merupakan salah satu cabang dari Atharva veda. Ayurveda merupakan bagian dari kelompok Upaveda dari Veda Smrti. Veda Smrti artinya veda yang disusun kembali berdasarkan ingatan. Veda Smrti ini dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Vedangga dan Upaveda.   

Kitab-kitab Ayurveda dikelompokkan menjadi 2 yaitu Brihattrayi dan Laghutrayi. Brihattrayi adalah kelompok dari 3 kitab besar Ayurveda yaitu Charaka Samhita, Susruta Samhita, dan Asthangga Hridaya. Laghutrayi adalah kelompok dari kitab-kitab kecil/ringan, yang merupakan pengembangan dan penjabaran secara spesifik dari ketiga kitab utama seperti Kasyapa Samhita, Bhela Samhita, Madhavanidanam, Sarangdhara Samhita, dan kitab lainnya. 

Seorang praktisi Ayurveda disebut dengan Vaidya. Jika dalam bahasa modernnya disebut dengan dokter. 

Di dalam salah satu kitab Ayurveda, tepatnya Asthangga Samgraha, pada bab yang membahas tentang kualifikasi murid yang boleh belajar Ayurveda disebutkan:
Siswa yang berbakti untuk melayani gurunya, siswa yang memiliki keinginan kuat untuk belajar, siswa yang memiliki kecerdasan, memori, dan bakat yang tinggi, siswa yang memiliki wajah, mulut, hidung, mata normal dan bisa melihat dengan jernih, siswa yang masih bujang, siswa yang tangguh, siswa yang pemberani, berbudi luhur, dan tabah, siswa yang bisa menunjukkan semua prilaku baik selama lebih dari 6 bulan, siswa yang murni dan bersih (dalam ucapan), siswa yang rendah hati, bersih dan dikarunia kualifikasi baik lainnya. 

Memahami menulis, membaca dan berbicara merupakan syarat yang harus dimiliki dalam mempelajari Ayurveda. Karena semua kitab Ayurveda ditulis dalam huruf Devanagari dan bahasa Sansekerta. Walaupun Ayurveda bisa dipelajari tanpa memahami bahasa Sansekerta, namun tetap diperlukan untuk suatu saat nanti membaca kitab asli Ayurveda tersebut. Hanya dengan membaca dari sumber aslinya maka kita bisa melakukan perbandingan terhadap apa yang kita pelajari dari guru.

Dewa Penguasa pengetahuan Ayurveda adalah Dewa Dhanvantari. Dhanvantari adalah avatara Vishnu yang digambarkan dengan bertangan 4. Dhanvantari adalah avatara Vishnu yang berbeda dengan avatara lainnya karena Dhanvantari adalah penjelmaan Vishnu dengan wujud aslinya.  Mengenai Dhanvantari akan saya sajikan pada tulisan lainnya.



Back To Nature Bersama Ayurveda

Seperti kita ketahui bersama, saat dunia sedang berperang melawan pandemi COVID-19, khususnya negara kita tercinta-Indonesia. Oleh karena it...

Artikel Terpopuler