Sponsor

Mengenal Konsep Mala dalam Ayurveda

Pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang Definisi Sehat dalam Perspektif Ayurveda saya paragraf yang menjelaskan 'Mala' saya menyebutkan bahwa akan membahas konsep 'mala' lebih jauh. Nah pada tulisan ini saya khususkan membahas tentang 'mala'.

Baca Tulisan Sebelumnya: Definisi Sehat dalam Perspektif Ayurveda

Menurut Ayurveda, mala adalah salah satu bagian penting dari sistem tubuh manusia. Mengapa penting? Seperti yang dibahas pada tulisan sebelumnya, jika mala dalam kondisi seimbang, maka seseorang dikatakan sehat sedangkan jika mala dalam kondisi tidak seimbang maka seseorang dikatakan tidak sehat atau sakit. Jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan mala?

Definisi Mala

Mala adalah tiga jenis kotoran yang merupakan sampah dari proses metabolisme tubuh. Ketiga kotoran ini adalah tinja, urin dan keringat. Ketiga kotoran ini terbentuk setiap hari sebagai bagian dari metabolisme. Ketiga kotoran ini menjaga tubuh kita tetap sehat dengan keluar tepat waktu dan dengan jumlah yang tepat. 

Bagaimana jika tidak keluar tepat waktu dan jumlah tidak normal atau tepat? Maka kotoran-kotoran ini akan membuat tubuh menjadi tidak sehat dan menderita berbagai penyakit.

Di dalam Ayurveda ketiga kotoran ini disebut dengan trimala. Trimala didefinisikan dengan sebagai:

malinīkaraṇāt āhāra malatvāt malāḥ.

mṛjyate śodhyate anena iti malāḥ. 

Artinya: 

Yang mencemari bagian-bagian tubuh lainnya disebut dengan mala, karena mereka adalah kotoran-kotoran dari tubuh.

Yang membawa pemurnian pada tubuh setelah dikeluarkan dari tubuh disebut dengan mala.

Dari ayat di atas bisa dipahami bahwa yang dimaksud dengan mala adalah produk-produk sisa metabolisme tubuh yang mengotori bagian-bagian tubuh lainnya dan jika dikeluarkan dalam waktu yang tepat dan jumlah yang tepat memberikan pemurnian bagi tubuh. Yang dimaksud dengan pemurnian ini adalah dimana tubuh menjadi bersih dan nyaman. 

Mengapa Mala Penting Bagi Tubuh?

Mala penting bagi tubuh karena berperan penting bagi kesehatan kita. Mala (kotoran) harus dikeluarkan dari tubuh tepat waktu dan dengan kuantitas yang tepat juga. Jika kotoran dari dalam tubuh tidak dikeluarkan tepat waktu dan kuantitas yang tepat maka akan menyebabkan berbagai penyakit. 

Contoh sederhana. Aktivitas bagun tidur pagi hari. Pagi hari saat setelah terbangun dari tidur maka anda akan memiliki sensasi untuk kencing dan buang air besar. Jadi saat itu memang waktunya untuk buang air kecil dan air besar. 

Coba anda tahan sensasi buang air kecil dan air besar tersebut, maka sudah pasti akan merasa tidak nyaman. Tidak usah menunggu sampai berjam-jam anda menahannya, suda dipastikan anda akan memiliki rasa tidak nyaman termasuk misalnya sakit di perut bawah, di saluran kencing--jika anda menahan dorongan untuk kencing padahal itu adalah waktunya untuk kencing. Itu adalah contoh ketepatan waktu.

Sekarang contoh mengenai kuantitas. Katakanlah anda kencing tepat waktu. Jika sudah mendapatkan sensasi untuk kencing, maka anda langsung ke toilet untuk kencing. Nah saat anda kencing coba untuk berhenti kencing walaupun sebenarnya masih ada urine yang harus dikeluarkan. Apa yang akan terjadi?

Sudah pasti anda juga merasa tidak nyaman, terasa ada yang masih mengganjal di saluran kencingnya. Parahnya saluran kencing akan menjadi perih, panas, atau kondisi ketidaknyamanan lainnya. Intinya itu menjadi penyakit bagi anda.

Begitu juga sebaliknya jika kita mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh berlebihan maka akan membuat tubuh jadi tidak sehat. Tinja misalnya. Tinja sangat penting untuk mendukung keseimbangan tubuh. Jika buang air besar dengan kuantitas yang lebih, misalnya mencret yang tidak kunjung berhenti, maka tubuh akan menjadi lemah dan tidak bertenaga, dehidarasi kering.

Jadi walaupun disebut dengan kotoran, namun memiliki perannya tersendiri bagi kesehatan tubuh. Di dalam Ayurveda, mala, saptadhatu dan tridosha disebut sebagai akar dari tubuh manusia. Tubuh manusia dijaga oleh keseimbangan dari mala, dhatu dan dosha.     

Mala Saat Seimbang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa tinja, air kencing dan keringat harus dikeluarkan dengan porsi yang proporsional. Di dalam Astanga Hridaya, salah satu literatur referensi utama Ayurveda disebutkan bahwa:

Tinja berfungsi untuk menjaga kekuatan tubuh, mengeluarkan air dari tubuh adalah fungsi dari urin dan menjaga kelembaban tubuh adalah fungsi dari keringat.

Mala Saat Tidak Seimbang

Jika mala di dalam tubuh meningkat, maka akan menyebabkan berbagai penyakit, mari kita lihat satu-persatu:

Tinja; jika meningkat maka akan menyebabkan perut membesar, suara gemuruh di dalam perut dan perut menjadi terasa berat. 

Tinja; jika berkurang maka akan menyebabkan meningkatnya pergerakan gas di dalam usus, sekaligus suara gemuruh bergerak ke arah atas dan membuat rasa tidak nyaman di area dada dan jantung. 

Urin; jika meningkat maka akan menyebabkan sakit dan nyeri yang parah di kantung kemih dan ada sensasi seolah-oleh urin belum keluar walaupun sudah buang air kecil.

Urin; jika berkurang maka akan menyebabkan kuantitas urin berkurang, dysuria, air kencing berubah warna, bahkan bisa jadi bercampur dengan darah.

Keringat; jika meningkat maka akan menyebabkan keringat berlebih, bau badan dan gatal-gatal.

Keringat; jika berkurang maka akan menyebabkan rambut rontok, rambut menjadi kaku dan kulit pecah-pecah.   

Lebih lanjut dijelaskan di dalam literatur Ayurveda yaitu jika mala (kotoran) berkurang dalam jumlah kecil sangat susah untuk diketahui/dirasakan, jadi harus diamati dari rasa kering, rasa sakit menusuk-nusuk, rasa kosong dan rasa sesak dari lokasi  mala tersebut, baik tinja, urin dan keringat.

Kesimpulan

Jadi bisa disimpulkan bahwa walaupun disebut dengan mala (kotoran) - tinja, urin dan keringat juga salah satu bagian penting bagi tubuh manusia, karena dengan menjaga tubuh dengan mengeliminasi kotoran dengan waktu yang tepat dan kuantitas yang tepat maka tubuh akan selalu sehat.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Ciri-ciri Orang Dengan Jenis Tubuh Vata (Vata Prakrti)

Ayurveda melihat setiap manusia sebagai insan yang unik. Di setiap tubuh manusia, tiga energi semesta yang disebut dengan tridosha selalu me...

Ad

Artikel Terpopuler