Astangga Hridaya


Masih membahas tentang Itihasa Ayurveda. Bahasan kali ini adalah tentang Astangga Hridaya. Sebelumnya sudah saya tuliskan tentang Astangga Samgraha. Sama halnya dengan Astangga Samgraha, Astangga Hridaya juga ditulis oleh Vagbhata. Isi dari Astangga Hridaya mirip dengan isi Astangga Samgraha. Jadi muncul pertanyaan, mengapa Vagbhata menulis dua risalah yang isinya mirip?

Susruta Samhita

Gambar dari pparihar.com

Pada postingan kali ini kembali membahas tentang Brihat Trayi. Sebelumnya sudah saya tuliskan tentang Caraka Samhita dan Astangga Samgraha. Nah kali ini bahasannya adalah Susruta Samhita.

Susruta Samhita adalah salah satu samhita yang sangat populer di dalam Ayurveda, karena secara khusus Susruta Samhita membahas tentang pengobatan pasien dengan cara operasi. Susruta Samhita ditulis oleh Susruta, namun kemudian diedit oleh Nagarjuna.

Mengenal Konsep Rasa dalam Ayurveda


Pernah tidak anda membayangkan jika makanan yang anda makan sehari-hari tidak memiliki rasa? Tentu akan membuat anda tidak bisa membedakan mana makanan yang enak dan mana makanan yang tidak enak.
Beruntung kita dikaruniai lidah yang mampu mengecap berbagai rasa dan dikaruniai berbagai makanan yang memilki rasa yang berbeda-beda, sehingga hidup menjadi lebih indah.

Astangga Samgraha

Gambar dari www.exoticindia.com

Salam Sehat
Pada postingan sebelumnya tentang Itihasa, saya membagikan tentang Caraka Samhita. Nah pada postingan kali ini saya akan melanjutkan Itihasa, khususnya Brihat Trayi, yaitu Astangga Samgraha.

Astangga Samgraha adalah salah satu teks yang otentik tentang Ayurveda, oleh karena itu teks ini dimasukkan dalam kategori Brihat Trayi. Penulis dari teks ini adalah Acarya Vagbhata. Nama dari teks ini, yaitu Astangga Samgraha sudah mencerminkan bahwa samhita ini adalah kompilasi dari 8 cabang dari Ayurveda, yaitu Kaya, Bala, Graha, Urdhvangga, Salya, Damsthra, jara, dan Vrsa Cikitsa.

Caraka Samhita

Gambar dari exoticindiaart.com


Caraka Samhita adalah salah satu dari Brihat trayi. Caraka Samhita, Suśruta Samhita dan Astangga Samgraha/Hṛdaya disebut dengan Brihat Trayi atau tiga kitab utama Ayurveda. Caraka samhita mendapat tempat yang sangat penting dalam sejarah ilmu pengobatan global.

Sankhya Darśana

Sankhya Darśana ditulis oleh Mahaṛṣi Kapila. Mahaṛṣi Kapila dikatakan sebagai inkarnasi dari Deva Vishnu, karena beliau merupakan ṛṣi yang paling agung diantara ṛṣi- ṛṣi yang lainnya. Kata sankhya berarti pengetahuan atau nomor.

Inti dari ajaran Sankhya Darsana adalah Dukhya Nivṛti atau terbebas dari kesedihan. Oleh karena itu Sankya Darśana pengetahuan yang cukup tentang Prakṛti dan Puruṣa, yaitu 25 prinsip tentang penciptaan yang disebut dengan Pancavimśati Tatva, sehingga darśana ini disebut dengan Sankya Darśana.  

Darśana Sankhya

Darśana Sankhya adalah penggolongan Darśana menjadi beberapa golongan. Ada beberapa penggolongan berdasarkan beberapa sumber. Berikut ini adallah pengolongan tersebut:

Berdasarkan Tarka, ada 363 darśana, yaitu Kriyavadi sebanyak 180, Akriyavadi sebanyak 84, Āgyavadi sebanyak 67 dan Vīnayika darśana sebanyak 32. Namun para sarjana tidak menerima penggolongan ini.

Pengaruh Darśana pada Āyurveda


Darśana
memberikan pengaruh yang cukup besar kepada Āyurveda, khususnya dalama prinsip-prinsip dasar Āyurveda. Oleh karena itu Darśana dan Āyurveda memiliki keterikatan yang sangat kuat. Berikut ini adalah beberapa poin yang menjelaskan mengenai pengaruh dan hubungan Darśana dan Āyurveda:

Dukha Nivṛtti

Berbicara tentang kehidupan manusia, maka tidak lepas dari yang namanya suka dan duka. Seperti sebuah roda yang berputar dan kita ada di salah satu sisinya. Karena berputarnya roda tersebut maka mau tidak mau posisi kita terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah. Saat berada di atas bisa dikatakan bahwa kita sedang menikmati suka dan saat berada di bawah bisa dikatakan bahwa kita sedang mengalami duka. Setiap orang pasti mengalami hal ini. 

Pada masa tertentu ada orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebahagiaan. Ia memiliki keluarga yang bahagia, berkecukupan, selalu sehat dan semangat. Di sisi lain ada orang-orang yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Ia terlahir di keluarga miskin, berkekurangan, menderita penyakit tertentu, kehilangan sanak keluarga dan lain sebagainya. Bahkan tidak jarang juga ada orang yang kaya dan hidup makmur namun ia menderita.

YOGA DARŚANA



Kata YOGA berasal dari akar kata “yuja samādau” atau “yujira yoge”. Tujuan dari sastra Yoga Darśana adalah untuk bisa menjadi panduan untuk mencapai mokṣa atau kaivalya keselamatan dengan mempraktekkan ajaran yoga.

DARŚANA


Padārtha Vijnana sangat diperlukan untuk mengetahui fundamental dari Ayurveda, yang sangat dekat dengan pengetahuan dasar Filosofi India, yang sudah sangat berpengalaman dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Darśana adalah salah satu filosofi yang harus dipelajari untuk bisa memahami fundamental dari Ayurveda.

Kata Darśana berasal dari dhatu (akar kata) Dṛś  + pratyaya “Lṛt”. Jadi Dṛś Lṛt = Darś + An = Darśan. Darśana bisa didefinisikan sebagai sebuah media atau instrumen, yang artinya dengan instrumen ini (Darśana) semua kenyataan tentang dunia bisa dilihat.

Jarak Kepyar atau Eranda

Jarak Kepyar

Beberapa waktu lalu, saat saya keluar dari kantor pos di daerah Mergangsan, Yogyakarta, pandangan saya tertuju pada sebuah pekarangan di seberang jalan yang dipenuhi dengan tanaman liar. Dalam hati saya berkata bahwa mengenal tanaman yang tumbuh di pekarangan itu. Setelah saya dekati ternyata benar, tanaman itu adalah Eranda. Eranda adalah nama untuk tanaman itu dalam bahasa Sansekerta. Nama latin dari Eranda adalah Ricinus comunis.

Astangga Yoga: Asana


Rsi Patanjali mendefinisikan asana sebagai “Sthiram Sukham Asanam”, yaitu postur/posisi tubuh yang dilakukan dengan pelan dalam kondisi stabil dan dirasa mudah. Jika anda tidak mudah dan stabil dalam melakukan sebuah postur, maka anda belum melakukan Asana dengan dengan benar.

E-Book Panduan Bahasa Sansekerta


Untuk bisa membaca Veda dan bagian-bagiannya, maka perlu memiliki keahlian menulis, membaca dan memahami bahasa Sansekerta, karena semua buku-buku yang berkaitan dengan veda sebagian besar masih menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Devanagari.

Khususnya literatur-literatur Ayurveda semuanya masih dalam bentuk sloka-sloka yang ditulis dalam huruf Devanagari. Jadi untuk mempelajarinya sangat diwajibkan mengerti dan memahami bahasa Sansekerta.

Mengenal Dhātu, 7 Jaringan pada Tubuh Manusia

Ilustrasi Dhatu

Dhātu adalah jaringan pada tubuh manusia. Ada 7 dhātu di dalam tubuh manusia yang disebut dengan sapta dhātu. Bagian-bagian sapta dhātu adalah Rasa (sari makanan), Rakta (darah), Mamsa (otot), Meda (lemak), Asthi (tulang), Majja (sumsum tulang) dan Sukra (semen). Ketujuh dhātu ini juga disebut dengan dushya ketika dipengaruhi oleh doṣa.

Sifat-sifat yang Dimiliki oleh Tri Doṣa

Panca Mahabhūta dan Tri Doṣa

Pada tulisan sebelumnya tentang tri doṣa disebutkan bahwa tri doṣa ada pada tubuh manusia, tri doṣa juga ada pada periode hari, periode malam, proses  usia manusia, dan pada proses pencernaan makanan. Dari definisi tersebut sudah bisa terlihat bahwa tri doṣa memiliki hubungan dengan Panca Mahabhūta.

Konsep Pencernaan Makanan dalam Tubuh Manusia dalam Perspektif Ayurveda (Agni)

Ilustrasi Agni

Pada postingan sebelumnya sudah saya sajikan tentang tri doṣa. Doṣa-doṣa ini mempengaruhi aktivitas agni pada tubuh manusia. Agni atau api merujuk pada aktifitas yang terjadi pada lambung dan usus yang bertanggungjawab untuk pencernaan makanan. Agni  bisa diklasifikasikan menjadi 3 yaitu Kāyāgni (Jaṭharāgni), Bhūtāgni, dan Dhātvāgni.

Memahami Konsep Tri Doṣa

Tri Doṣa pada tubuh Manusia
Doṣa adalah zat material yang selalu ada di dalam tubuh manusia, yang memiliki  pramāna  (kuantitas),  guna (kualitas) dan karma (fungsi) sendiri. Salah satu sloka/ayat yang memberikan deskripsi tentang Tridosa adalah sloka Astanga Hridaya Sutrasthana 1.6:

vāyu: pittam kaphaśceti trayo doṣā: samāsataha 1
vikṛtāvikṛtā dehaṅ ghnanti te vartayonti ca 2

Astangga Yoga: Yama dan Niyama

Gambar dari ideriumperpetuo.com


Saat ini setiap orang melakukan Yoga. Dengan mengatasnamakan Yoga, banyak orang hanya melakukan beberapa postur dan beberapa latihan pernafasan. Tidak diragukan lagi bahwa keduanya ini memberikan banyak sekali manfaat, tetapi itu bukan merupakan Yoga yang lengkap. Yoga terdiri dari delapan cabang yaitu: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana, dan Samadhi, yang disebut dengan Astangga Yoga.  Jadi ketika kita melakukan Asana dan Pranayama, kita hanya melakukan bagian ketiga dan keempat dari dari yoga yang sesungguhnya. 

Panca Mahabhūta, Manusia, dan Semesta

Panca Mahabhūta

Panca Mahabhūta adalah lima elemen dasar yang terdapat di alam semesta. Kelima elemen inilah yang menyusun alam semesta (makrokosmos)dan tubuh manusia (mikrokosmos). Kelima elemen ini adalah pṛtivi, apah, teja, vayu dan akasa. Kelima elemen-elemen Panca Mahabhūta ini bisa dipahami dari sifat-sifat yang dimilikinya.

Diabetes dalam Perspektif Ayurveda: Memahami Akar Masalah dari Dalam Tubuh

Apa Itu Diabetes? Diabetes adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak mampu mengatur gula dengan baik. ...

Artikel Terpopuler